Yoga18green's Blog

Just another WordPress.com weblog

Array [larik]

Algoritma dan Pemrograman 2 (IF1082)

Judul Materi : Array (Larik)

Deskripsi Materi : Materi ini mencakup subpokok bahasan array dimensi satu, dimensi dua, perhitungan matriks, dan pengenalan dimensi n dengan menggunakan tipe data array

Tujuan Instruksional Khusus :

  1. Mendefinisikan dan membuat matriks dengan menggunakan tipe data array
  2. Mengimplementasikan tipe data array untuk matrik
  3. Menggunakan definisi matriks untuk perhitungan matriks

Sumber Penulis                     : Wilis Kaswidjanti

Referensi :

  • Buku Teks

Munir, Rinaldi (2005),  Algoritma dan Pemrograman dalam Bahasa Pascal dan C, Buku 2, Edisi Ketiga, Penerbit Informatika Bandung,  Bab 3, hal 77-113.

Charibaldi, N. (2004), Modul Kuliah Algoritma Pemrograman II, Edisi Kedua, Yogyakarta

  • Buku Acuan/Referensi

Brassard, Gilles (1999), Fundamentals of algorithma, PrinteceHall.

Jarne, Stroustrup B. (1997), C++ Programming language, AT &T.

Kristanto, Andri (2003), Algoritma pemrograman C++, Graha Ilmu.

Schildt,Herbert (2000), The Complete Reference C++, McGraw-Hill.

Sedgewick, R. (2000), Algoritma Third edition In C part 5, Addison Wesley.


ARRAY (LARIK)

PENDAHULUAN

Array atau biasa disebut larik adalah koleksi data dimana setiap elemen memakai nama yang sama dan bertipe sama dan setiap elemen diakses dengan membedakan indeks arraynya. Setiap rinci data disebut dengan elemen array. Setiap array dapat dioperasikan menggunakan pemilih elemen yang disebut indeks. Karena itu indeks harus bertipe yang mempunyai keterurutan (ada suksesor dan ada predesor) misal Integre, Boolean, Char.

Jadi array dipakai untuk menyajikan sekumpulan data yang bertipe sama, dan disimpan dengan urutan yang sesuai dengan indeks secara kontinu.

Contoh Array : Untai karakter, daftar nomor telepon, daftar belanja, tabel pajak, vektor, matriks.

ISI

A. Deklarasi Array

Setiap identifier yang akan digunkan harus dipesan dahulu dalam kamus/deklarasi beserta tipe data yang akan ditampungnya. Demikian pula dengan tipe data array beserta tipe elemen-elemen yang akan ditampungnya harus pula dipesan dalam kamus/deklarasi.

Jika kita memesan variabel biasa (tipe data sederhana dan string), maka kita hanya menentukan tipenya, namun jika memesan array, maka harus pula ditentukan banyaknya elemen (misal dari 1..100).

Variabel array dideklarasikan dengan mencantumkan tipe dan nama variable yang diikuti dengan banyaknya lokasi memori yang ingin dibuat.

Contoh :

Dalam Algorima :

c : array[1..5] of integer

Terbentuk 5 variabel c dengan indeks dari 1 smapai dengan 5 bertipe integer.

Dalam bahasa C++ :

int c[5];

C++ secara otomatis akan menyediakan lokasi memori sesuai dengan yang dideklarasikan, dimana nomor indeks selalu dimulai dari 0.

int c[5] = {-12, 0, 20, 85, 1551};

Nilai suatu variabel array dapat juga diinisialisasi secara langsung seperti yang terdapat di dalam tanda kurung kurawal pada saat deklarasi di atas.

int x[5] = [0];

Deklarasi variable array sekaligus mengisi setiap lokasi memorinya dengan nilai 0.

Tipe data yang akan ditampung array bisa sembarang tipe data misal Integer, Boolean, Char, Real, String bahkan yang terstruktur seperti Set, Record atau array lagi.

B. Array Dimensi Satu

Bentuknya (Pseudocode) :

Nama_var : array [rangeindeks] of tipe

Bentuknya (C++):

Tipe nama_var[ukuran] ;

Dengan :

tipe                   : menyatakan jenis elemen array (int, char dan lain-lain)

rangeindeks  : menyatakan indeks awal sampai demgan indeks akhir dari var     array yang dibuat

ukuran            : menyatakan jumlah maksimal elemen array

Nilai indeks awal dan indeks akhir yang dideklarasikan di algoritma tidak diperlukan pada deklarasi bahasa C++. Pada bahasa C++ hanya banyak elemennya saja (ukuran). Jadi ukuran = indeksakhir – indeksawal + 1.

Contoh :

Algoritma :

Algoritma PangkatDua
Deklarasi
square : array [1..100] of integer
i,k : integer
Deskripsi
for i  ß 1 to 10 do
k ß i + 1
square[i] ß k * k
output(”Pangkat dari ”,k,” adalah ”, square[i])
endfor

Program C++ :

#include<iostream.h>
main()
{
int square[100];
int i,k;
for(i=0; i<10; i++)
{
k = i + 1;
square[i] = k * k;
cout<<”\nPangkat dari ”<<k<<” adalah ”<< square[i];
}
}

Output :

Pangkat dari 1 adalah 1

Pangkat dari 2 adalah 4

Pangkat dari 3 adalah 9

Pangkat dari 4 adalah 16

Pangkat dari 5 adalah 25

Pangkat dari 6 adalah 36

Pangkat dari 7 adalah 49

Pangkat dari 8 adalah 64

Pangkat dari 9 adalah 81

Pangkat dari 10 adalah 100

C. Array Dimensi Dua

Array dua dimensi merupakan array yang terdiri dari m buah baris dan n buah kolom.

Bentuknya dapat berupa matriks atau tabel.

Pada prinsipnya matriks hampir sama dengan array. Matriks adalah sekumpulan informasi bertipe sama yang setiap individu elemennya terdefinisi berdasarkan dua indeks (yang biasanya dikonotasikan dengan baris dan kolom).

Indeks pada matriks harus mempunyai batasan dan sifat yang sama dengan indeks pada array satu dimensi.

Sering dikatakan bahwa matriks adalah array dua dimensi, tapi patut diperhatikan bahwa pengertian berdimensi dua (baris dan kolom) adalah dalam pemikiran kita (penyajian logika).

Pengaturan letak elemen matriks dalam memori komputer selalu tetap sebagai deretan ”sel yang linier”. Pengertian dua dimensi ini hanya untuk mempermudah programmer dalam merancang programnya.

Secara umum dimensi dan banyaknya elemen Array/Matriks sebenarnya tidak dibatasi oleh Compiler, tetapi dibatasi oleh keterbatasan RAM yang disediakan.

Karena matriks menggunakan memory internal. Struktur data ini praktis untuk dipakai, namun memori yang dipakai besar.

Contoh matriks yang sering kita lihat sehari-hari adalah tabel.

Deklarasi array (Pseudocode) :

Nama_var : array [rangeindeks1,rangeindeks2] of tipe

Deklarasi array (C++):

Tipe nama_var [ukuran1] [ukuran2] ;

Contoh :

Sebuah matrik A berukuran 2×3 dapat dideklarasikan sebagai berikut :

Algoritma :

a : array [1..2,1..3] of integer

a1,1 ß 11

a1,2 ß 7

a1,3 ß 4

a2,1 ß 12

a2,2 ß 3

a2,3 ß 9

C++ :

int a[2][3] = {{11, 7, 4},{12, 3, 9}};

yang akan menempati lokasi memori dengan susunan berikut :

0 1 2
0 11 7 4
1 12 3 9

Dan definisi variabel untuk setiap elemen tersebut adalah :

0 1 2
0 a[0][0] a[0][1] a[0][2]
1 a[1][0] a[1][1] a[1][2]

Contoh Program 1 :

#include<iostream.h>
main()
{
int A[3][3]={{1,2,3},{4,5,6},{7,8,9}};
int i,j;
for(i=0; i<3; i++)
{
for(j=0; j<3; j++)
cout<<A[i][j]<<"  ";
cout<<endl;
}
}

Output :

1  2  3

4  5  6

7  8  9

Contoh Program 2 :

#include<stdio.h>
void printArray(int [][3]);
main()
{
int matrik1 [2][3] = { {1, 2, 3}, {4, 5, 6}};
int matrik2 [2][3] = { {1, 2, 3}, {4, 5}};
int matrik3 [2][3] = { {1, 2}, {4} };
printArray(matrik1);
printArray(matrik2);
printArray(matrik3);
return 0;
}
void printArray(int a[][3])
{   int i, j;
for(i=0; i<=1; i++)
{  for(j=0; j<=2; j++)
printf("%d ", a[i][j]);
printf("\n");
}
}

Output :

1 2 3

4 5 6

1 2 3

4 5 0

1 2 0

4 0 0

Contoh Program 3 :

//program penjumlahan matrik

#include<iostream.h>
main()
{
int A[3][2]={{1,2},{3,4},{5,6}};
int B[3][2]={{7,8},{9,10},{11,12}};
int C[3][2];
int i,j;
cout<<"Matrik A = \n";
for(i=0; i<3 ; i++)
{
for(j=0; j<2 ; j++)
cout<<A[i][j]<<"  ";
cout<<endl;
}
cout<<"Matrik B = \n";
for(i=0; i<3 ; i++)
{
for(j=0; j<2 ; j++)
cout<<B[i][j]<<"  ";
cout<<endl;
}
//penjumlahan matrix
for(i=0; i<3 ; i++)
for(j=0; j<2 ; j++)
C[i][j]=A[i][j] + B[i][j];
cout<<"Matrik C = \n";
for(i=0; i<3 ; i++)
{
for(j=0; j<2 ; j++)
cout<<C[i][j]<<"  ";
cout<<endl;
}
}

D. Array Dimensi Banyak

Bentuknya dalam bahasa C++ :

tipe nama_var[ukuran2]. . .[ukuranN];

Contoh :

Int data_huruf[2][4][6];

PENUTUP

Array merupakan suatu tipe data terstruktur. Deklarasi tipe ini tidak hanya dapat untuk data satu dimensi tetapi bisa sampai n dimensi. Array dua dimensi biasanya dipakai untuk perhitungan matriks dua dimensi.

Algoritma dan Pemrograman 2 (IF1082)

Judul Materi : Array (Larik)

Deskripsi Materi : Materi ini mencakup subpokok bahasan array dimensi satu, dimensi dua, perhitungan matriks, dan pengenalan dimensi n dengan menggunakan tipe data array

Tujuan Instruksional Khusus :

  1. Mendefinisikan dan membuat matriks dengan menggunakan tipe data array
  2. Mengimplementasikan tipe data array untuk matrik
  3. Menggunakan definisi matriks untuk perhitungan matriks

Referensi :

  • Buku Teks

Munir, Rinaldi (2005),  Algoritma dan Pemrograman dalam Bahasa Pascal dan C, Buku 2, Edisi Ketiga, Penerbit Informatika Bandung,  Bab 3, hal 77-113.

Charibaldi, N. (2004), Modul Kuliah Algoritma Pemrograman II, Edisi Kedua, Yogyakarta

  • Buku Acuan/Referensi

Brassard, Gilles (1999), Fundamentals of algorithma, PrinteceHall.

Jarne, Stroustrup B. (1997), C++ Programming language, AT &T.

Kristanto, Andri (2003), Algoritma pemrograman C++, Graha Ilmu.

Schildt,Herbert (2000), The Complete Reference C++, McGraw-Hill.

Sedgewick, R. (2000), Algoritma Third edition In C part 5, Addison Wesley.


ARRAY (LARIK)

PENDAHULUAN

Array atau biasa disebut larik adalah koleksi data dimana setiap elemen memakai nama yang sama dan bertipe sama dan setiap elemen diakses dengan membedakan indeks arraynya. Setiap rinci data disebut dengan elemen array. Setiap array dapat dioperasikan menggunakan pemilih elemen yang disebut indeks. Karena itu indeks harus bertipe yang mempunyai keterurutan (ada suksesor dan ada predesor) misal Integre, Boolean, Char.

Jadi array dipakai untuk menyajikan sekumpulan data yang bertipe sama, dan disimpan dengan urutan yang sesuai dengan indeks secara kontinu.

Contoh Array : Untai karakter, daftar nomor telepon, daftar belanja, tabel pajak, vektor, matriks.

ISI

A. Deklarasi Array

Setiap identifier yang akan digunkan harus dipesan dahulu dalam kamus/deklarasi beserta tipe data yang akan ditampungnya. Demikian pula dengan tipe data array beserta tipe elemen-elemen yang akan ditampungnya harus pula dipesan dalam kamus/deklarasi.

Jika kita memesan variabel biasa (tipe data sederhana dan string), maka kita hanya menentukan tipenya, namun jika memesan array, maka harus pula ditentukan banyaknya elemen (misal dari 1..100).

Variabel array dideklarasikan dengan mencantumkan tipe dan nama variable yang diikuti dengan banyaknya lokasi memori yang ingin dibuat.

Contoh :

Dalam Algorima :

c : array[1..5] of integer

Terbentuk 5 variabel c dengan indeks dari 1 smapai dengan 5 bertipe integer.

Dalam bahasa C++ :

int c[5];

C++ secara otomatis akan menyediakan lokasi memori sesuai dengan yang dideklarasikan, dimana nomor indeks selalu dimulai dari 0.

int c[5] = {-12, 0, 20, 85, 1551};

Nilai suatu variabel array dapat juga diinisialisasi secara langsung seperti yang terdapat di dalam tanda kurung kurawal pada saat deklarasi di atas.

int x[5] = [0];

Deklarasi variable array sekaligus mengisi setiap lokasi memorinya dengan nilai 0.

Tipe data yang akan ditampung array bisa sembarang tipe data misal Integer, Boolean, Char, Real, String bahkan yang terstruktur seperti Set, Record atau array lagi.

B. Array Dimensi Satu

Bentuknya (Pseudocode) :

nama_var : array [rangeindeks] of tipe

Bentuknya (C++):

tipe nama_var[ukuran];

Dengan :

tipe               : menyatakan jenis elemen array (int, char dan lain-lain)

rangeindeks : menyatakan indeks awal sampai demgan indeks akhir dari var     array yang dibuat

ukuran          : menyatakan jumlah maksimal elemen array

Nilai indeks awal dan indeks akhir yang dideklarasikan di algoritma tidak diperlukan pada deklarasi bahasa C++. Pada bahasa C++ hanya banyak elemennya saja (ukuran). Jadi ukuran = indeksakhir – indeksawal + 1.

Contoh :

Algoritma :

Algoritma PangkatDua

Deklarasi

square : array [1..100] of integer

i,k : integer

Deskripsi

forß 1 to 10 do

k ß i + 1

square[i] ß k * k

output(”Pangkat dari ”,k,” adalah ”, square[i])

endfor

Program C++ :

#include<iostream.h>

main()

{

int square[100];

int i,k;

for(i=0; i<10; i++)

{

k = i + 1;

square[i] = k * k;

cout<<”\nPangkat dari ”<<k<<” adalah ”<< square[i];

}

}

Output :

Pangkat dari 1 adalah 1

Pangkat dari 2 adalah 4

Pangkat dari 3 adalah 9

Pangkat dari 4 adalah 16

Pangkat dari 5 adalah 25

Pangkat dari 6 adalah 36

Pangkat dari 7 adalah 49

Pangkat dari 8 adalah 64

Pangkat dari 9 adalah 81

Pangkat dari 10 adalah 100

C. Array Dimensi Dua

Array dua dimensi merupakan array yang terdiri dari m buah baris dan n buah kolom.

Bentuknya dapat berupa matriks atau tabel.

Pada prinsipnya matriks hampir sama dengan array. Matriks adalah sekumpulan informasi bertipe sama yang setiap individu elemennya terdefinisi berdasarkan dua indeks (yang biasanya dikonotasikan dengan baris dan kolom).

Indeks pada matriks harus mempunyai batasan dan sifat yang sama dengan indeks pada array satu dimensi.

Sering dikatakan bahwa matriks adalah array dua dimensi, tapi patut diperhatikan bahwa pengertian berdimensi dua (baris dan kolom) adalah dalam pemikiran kita (penyajian logika).

Pengaturan letak elemen matriks dalam memori komputer selalu tetap sebagai deretan ”sel yang linier”. Pengertian dua dimensi ini hanya untuk mempermudah programmer dalam merancang programnya.

Secara umum dimensi dan banyaknya elemen Array/Matriks sebenarnya tidak dibatasi oleh Compiler, tetapi dibatasi oleh keterbatasan RAM yang disediakan.

Karena matriks menggunakan memory internal. Struktur data ini praktis untuk dipakai, namun memori yang dipakai besar.

Contoh matriks yang sering kita lihat sehari-hari adalah tabel.

Deklarasi array (Pseudocode) :

nama_var : array [rangeindeks1,rangeindeiks2] of tipe

Deklarasi array (C++):

tipe nama_var[ukuran1][ukuran2];

Contoh :

Sebuah matrik A berukuran 2×3 dapat dideklarasikan sebagai berikut :

Algoritma :

a : array [1..2,1..3] of integer

a1,1 ß 11

a1,2 ß 7

a1,3 ß 4

a2,1 ß 12

a2,2 ß 3

a2,3 ß 9

C++ :

int a[2][3] = {{11, 7, 4},{12, 3, 9}};

yang akan menempati lokasi memori dengan susunan berikut :

0

1

2

0

11

7

4

1

12

3

9

Dan definisi variabel untuk setiap elemen tersebut adalah :

0

1

2

0

a[0][0]

a[0][1]

a[0][2]

1

a[1][0]

a[1][1]

a[1][2]

Contoh Program 1 :

#include<iostream.h>

main()

{

int A[3][3]={{1,2,3},{4,5,6},{7,8,9}};

int i,j;

for(i=0; i<3; i++)

{

for(j=0; j<3; j++)

cout<<A[i][j]<<”  “;

cout<<endl;

}

}

Output :

1  2  3

4  5  6

7  8  9

Contoh Program 2 :

#include<stdio.h>

void printArray(int [][3]);

main()

{

int matrik1 [2][3] = { {1, 2, 3}, {4, 5, 6}};

int matrik2 [2][3] = { {1, 2, 3}, {4, 5}};

int matrik3 [2][3] = { {1, 2}, {4} };

printArray(matrik1);

printArray(matrik2);

printArray(matrik3);

return 0;

}

void printArray(int a[][3])

{   int i, j;

for(i=0; i<=1; i++)

{  for(j=0; j<=2; j++)

printf(“%d “, a[i][j]);

printf(“\n”);

}

}

Output :

1 2 3

4 5 6

1 2 3

4 5 0

1 2 0

4 0 0

Contoh Program 3 :

//program penjumlahan matrik

#include<iostream.h>

main()

{

int A[3][2]={{1,2},{3,4},{5,6}};

int B[3][2]={{7,8},{9,10},{11,12}};

int C[3][2];

int i,j;

cout<<“Matrik A = \n”;

for(i=0; i<3 ; i++)

{

for(j=0; j<2 ; j++)

cout<<A[i][j]<<”  “;

cout<<endl;

}

cout<<“Matrik B = \n”;

for(i=0; i<3 ; i++)

{

for(j=0; j<2 ; j++)

cout<<B[i][j]<<”  “;

cout<<endl;

}

//penjumlahan matrix

for(i=0; i<3 ; i++)

for(j=0; j<2 ; j++)

C[i][j]=A[i][j] + B[i][j];

cout<<“Matrik C = \n”;

for(i=0; i<3 ; i++)

{

for(j=0; j<2 ; j++)

cout<<C[i][j]<<”  “;

cout<<endl;

}

}

D. Array Dimensi Banyak

Bentuknya dalam bahasa C++ :

tipe nama_var[ukuran1[ukuran2]. . .[ukuranN];

Contoh :

int data_huruf[2][4][6];

PENUTUP

Array merupakan suatu tipe data terstruktur. Deklarasi tipe ini tidak hanya dapat untuk data satu dimensi tetapi bisa sampai n dimensi. Array dua dimensi biasanya dipakai untuk perhitungan matriks dua dimensi.

Februari 16, 2010 Posted by | Array [larik] | Tinggalkan komentar

Algoritma Pemrograman [jilid2]

Algoritma dan Pemrograman 2 (IF1082)

Judul Materi : Pengantar Algoritma dan Pemrograman 2

(Review Algo 1)

Sumber Penulis : Wilis Kaswidjanti

Referensi :

  • Buku Teks

Munir, Rinaldi (2005),  Algoritma dan Pemrograman dalam Bahasa Pascal dan C, Buku 1, Edisi Ketiga, Penerbit Informatika Bandung.

Charibaldi, N. (2004), Modul Kuliah Algoritma Pemrograman I, Edisi Kedua, Yogyakarta

  • Buku Acuan/Referensi

Brassard, Gilles (1999), Fundamentals of algorithma, PrinteceHall.

Jarne, Stroustrup B. (1997), C++ Programming language, AT &T.

Kristanto, Andri (2003), Algoritma pemrograman C++, Graha Ilmu.

Schildt,Herbert (2000), The Complete Reference C++, McGraw-Hill.

Sedgewick, R. (2000), Algoritma Third edition In C part 5, Addison Wesley.


PENGANTAR ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN 2

ISI

1. Algoritma dan Program

  • Algoritma adalah urutan logika langkah kerja untuk menyelesaikan suatu masalah.
  • Program adalah logika pemecahan masalah dalam bahasa pemrograman tertentu untuk diproses oleh computer.
  • Belajar memrogram berarti belajar strategi pemecahan masalah metodologi dan sistematika pemecahan masalah.
  • Belajar bahasa pemrograman berarti belajar memakai suatu bahasa pemrograman tertentu.
  • Dasar-dasar setiap algoritma walaupun sekomplek apapun meliputi runtunan, pemilihan dan pengulangan.
  • Cara pendekatan Top Down Design sangat bermanfaat dalam membuat algoritma untuk masalah yang cukup rumit dan komplek

2. Notasi Algoritma

Pada dasarnya algoritma selalu disusun berdasarkan 3 bagian, antara lain Judul Algoritma, Deklarasi/kamus dan Deskripsi/algoritma. Agar dapat dilaksanakan oleh computer, maka algoritma harus ditranslasikan ke dalam suatu notasi bahasa pemrograman. Agar notasi algoritma mudah ditranslasikan kedalam notasi bahasa pemrograman, maka sebaliknya notasi algoritmik tersebut berupa pseudo-code yang berkoresponden dengan bahasa pemrograman secara umum.

3. Operator, identifier dan tipe data

  • Operator adalah notasi yang dipakai untuk melaksanakan suatu operasi terhadap data dan identifier.
  • Identifier adalah sesuatu yang dipakai sebagai nama pengenal.
  • Tipe data pada sebuah objek merupakan himpunan nilai yang dapat dimilikinya dan operasi yang dapat dilakukan pada objek tersebut.

3. Input dan Output

Notasi input dan output sangat penting dalam suatu pemrograman karena merupakan sarana interaksi antara komputer dan manusia dalam berkomunikasi. Banyak format input dan output yang dimiliki bahasa pemrograman C++, tinggal programer yang menentukan format mana yang dipakai sesuai kebutuhan.

4. Statemen Pengendalian

Pada dasarnya ada dua macam statement pengendalian yaitu IF-THEN-ELSE dan CASE-OF. Pada prakteknya dua macam notasi tersebut dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan.

5. Statemen Pengulangan

Tiga macam notasi struktur pengulangan :

  1. Struktur FOR atau TRAVERSAL ( Pengulangan tanpa kondisi / Unconditional Looping ).
  2. ( Pengulangan dengan kondisi

    / Conditional Looping ).

    Struktur WHILE..DO

  1. Struktur REPEAT..UNTIL

Tiga macam notasi struktur pengulangan dalam bahasa C++ :

  1. FOR
  2. WHILE
  3. DO..WHILE

6. Prosedur dan Fungsi

Procedure dan function di dalam algoritma memiliki perbedaan. Tetapi di bahasa pemrograman C++ semua disebut function dengan perbedaan sintak untuk membedakan antara fungsi sebagai procedure dan sebagai function yang dimaksud pada algoritma

Struktur Prosedur :

1.   Bagian Judul ( header ).

Terdiri atas Nama prosedur dan deklarasi parameter ( jika ada ).

2.   Bagian deklarasi.

Untuk mengumumkan nama-nama.

3.    Bagian deskripsi.

Disebut juga badan prosedur.

Adapun bentuk umum definisi sebuah fungsi (dalam bahasa C++) adalah :

penentu-tipe nama_fungsi(daftar parameter)

{

deklarasi variable lokal
tubuh fungsi

}

Penentu tipe adalah untuk menentukan tipe keluaran fungsi yang dapat berupa satu tipe data C++ yang berlaku, misalnya char atau int. Default tipe fungsi yang tidak disebutkan dianggap sebagai int.

7. Mesin Abstrak

Mesin abstrak adalah mesin yang dianggap ada dan diasumsikan mampu melakukan mekanisme yang didefinisikan untuk mesin tersebut. Mesin gambar adalah abstrak yang terdiri dari 2 unit yaitu pena dan bidang gambar.

8. Tipe Data Array

Tipe data array adalah salah satu tipe terstruktur dalam pemrograman. Tipe data array ini dapat dipakai untuk salah satu contohnya adalah perhitungan matriks.

PENUTUP

Materi Algoritma dan Pemrograman 2 memakai semua yang telah diajarkan pada matakuliah Algoritma dan Pemrograman 1, seperti algoritma, tipe data, operator, statement pengendalian, statement pengulangan yang merupakan dasar dari pemrograman.

Februari 16, 2010 Posted by | Komputer dan Pemrograman | 3 Komentar