Yoga18green's Blog

Just another WordPress.com weblog

5 dari 9 masalah

Masalah yang Berkaitan dengan Jenazah dan Kubur

Disini saya akan memberikan kepada anda sekalian beberapa dari masalah-masalah yang berkaitan dengan jenazah dan kubur yang sangat perlu untuk anda semua ketahui.

Persoalan Pertama

Sesungguhnya adzab dan nikmat kubur adalah kepastian yang telah diterapkan dalam Al-Qur’an dan sunnah.

“Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh adzab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepad malaikat), “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras” (Al-mukmin : 45-46).

Ibnu Mas’ud ra. dan yang lainnya mengatakan, “Adzab pertama ada di dunia, yang ke dua ada di kubur. Kemudian mereka ditimpakan adzab yang pedih di neraka”.

Jumlah hadist yang menerangkan adzab dan nikmat kubur sangat banyak. Bahkan Ibnu Qayyim rahimullaah. dan yang lain menyebutkan sebagai hadist yang mutawatir, dengan menyebutkan jumlahnya sekitar lima puluh hadist.

Diantaranya adalah terdapat dalam shahîhaini, bahwa Nabi Muhammad saw. melewati dua buah kubur, lalu bersabda, “Keduanya sedang diadzab, tetapi bukan karena dosa besar. Yang pertama karena tidak mau bersuci setelah kencing dan satunya karena suka mencela.

Disebutkan juga dalam shahîhaini, bahwa Nabi muhammad saw. berdoa dalam shalatnya, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dari adzab kubur.”

Persoalan kedua

Ziarah kubur disyariatkan dalam Islam. Tujuannya untuk mengambil i’tibar dan peringatan darinya. Bukan untuk maksud mencari berkah, membangun/merenovasi kuburan atau untuk menjadikan si mayit sebagai wasilah mencapai tujuan tertentu.

Tidak boleh mengkhususkan ziarah kubur pada hari tertentu, karena itu tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah saw. Beliau bersabda, “Barang siapa membuat perkara baru dalam agama ini, padahal bukan menjadi bagian (agama)nya, ia tertolak.”

Sebagaimana orang membaca Al-Fatihah di kuburan. Ini adalah bid’ah karena Rasulullah saw. tidak pernah membaca apapun di kuburan. Yang baginya. Tidak boleh mengadakan suatu perjalanan khusus (dalam jarak jauh) untuk ziarah kubur. Rasulullah saw. bersabda,

“Jangan kalian bersusah payah mengadakan suatu perjalanan kecuali ke tiga tempat : Masjidil Haram, masjidku ini (masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha.” (Muttafaqun Alain).

Persoalan ketiga

Bentuk – bentuk bid’ah dan yang berlawanan dengan syari’at Islam :

Meletakkan / menaburkan bunga pada jenazah atau kuburan. Perbuatan ini menyerupai orang – orang kafir. Padahal Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa menyerupai suatu kaum, dia termasuk kaum itu.” (HR. Ahmad).

Menghormati arwah para pahlawan dan lainnya, dengan mengheningkan cipta. Ini adalah bid’ah yang sangat munkar. Penghormatan baginya cukup dengan do’a dan memohon ampun baginya.

Tidak boleh memajang foto mereka yang sudah mati (demikian pula yang masih hidup), dengan alasan mengenang atau lainnya. Rasulullah saw. bersabda kepada Ali ra. :

“Jangan biarkan suatu gambar, kecuali kau merusaknya. Jangan kau biarkan kuburan yang dibangun, kecuali kau ratakan dengan tanah.” (HR. Muslim).

Mengadakan tahlilan atau takbir ramai – ramai dengan suara tinggi, berkenaan dengan seseorang yang meninggal dunia. Yang disyari’atkan adalah doa dan dzikir.

Adzan dalam kubur, atau setelah meletakkan jenazah di liang lahat. Ini tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah saw. , juga para sahabatpadahal beliau bersabda, “Barangsiapa membuat perkara baru dalam agama ini, padahal bukan bagian (agama) nya, ia tertolak.”

Doa bersama setelah shalat jenazah , atau setelah menguburnya. Yang disyari’atkan adalah berdoa sendiri-sendiri.

Mengubur mayit dengan peti. Seharusnya mayit dikubur langsung dengan kain kafan, tanpa peti. Kecali bila kondosi tidak memungkinkan, sperti anggota tubuh yang terpotong atau peraturan suatu negara mengharuskan memakai peti dan kita tidak bisa untuk tidak menggunakannya, maka barulah penggunaan peti diperbolehkan.

Persoalan keempat

Kerabat mayit boleh melakukan ibadah tertentu dengan maksud mengirimkan pahalanya kepada si mayit, selama dalam batas yang ditolerir oleh syari’at. Seperti berdo’a, berhaji, umrah, shadaqah dan berqurban untuknya. Demikian juga membayarhutang puasa si mayit.

Adapun yang tidak diperbolehkan adalah membaca Al-Qur’an dan melakukan shalat dengan maksud pahala shalat itu ditujukan kepada si mayit. Demikian pula tidak boleh mendatangkan beberapa orang yang dibayar untuk membaca Alqur’an, yang pahalanya dikirimkan keada si mayit. Hal tesebut tidak pernah dilakukan Rasulullah saw.

Persoalan kelima

Adalah perkara serius yang menjadi musibah terbesar, yakni melakukan syirik dengan kuburan. Seperti mereka yang melakukan tawaf mengelilingi kuburan, meminta mayit untuk mengabulkan hajadnya karena meyakini si mayit adalah wali Allah yang mampu memeuhi hajad. Allah SWT berfirman,

“Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang benar.” (Al-A’râf : 194).

Sebagian penyembah kuburan melakukan thawaf mengelilinginya , mengusap dan mencium nisannya.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: